Rabu, 20 Oktober 2010

Sabtu, 16 Oktober 2010

Rabu, 06 Oktober 2010

Penata menjadi Perawat Anestesi

Perubahan IPAI dari PERAWAT menjadi PENATA; sungguh harus ber-hati2, karena dulu sudah pernah menggunakan kata ” PENATA”. Kata ” PERAWAT” sudah sesuai dengan akte notaris dll; sedangakan PENATA, akan berbenturan dengan UU No.29 tahun 2004 khususnya Pasal 73…………….>>>
(1) Setiap orang dilarang menggunakan identitas berupa gelar atau bentuk lain
yang menimbulkan kesan bagi masyarakat seolah-olah yang bersangkutan
adalah dokter atau dokter gigi yang telah memiliki surat tanda registrasi
dan/atau surat izin praktik.
(2) Setiap orang dilarang menggunakan alat, metode atau cara lain dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menimbulkan kesan seolaholah
yang bersangkutan adalah dokter atau dokter gigi yang telah memiliki
surat tanda registrasi dan/atau surat izin praktik.
(3) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) tidak berlaku
bagi tenaga kesehatan yang diberi kewenangan oleh peraturan perundangundangan.
Pasal 74Ayat (3).
Dalam penjelasannya:Tenaga kesehatan dimaksud antara lain bidan dan perawat yang
diberi kewenangan untuk melakukan tindakan medis sesuai dengan peraturan perundangan-undangan.
Kata “PENATA” ada mis-ling dengan dokter Sp.An.tentang perlimpahan wewenang dll. Demikian juga dengan IFNA serta perangkat perundang-undangana lain; bahkan mungkin juga dengan UU tentang tenaga kesehatan yang akan terbit. Ini hanya pemikiran saya pribadi, dengan kekhawatiran jangan sampai kita mundur 10 tahun kebelakang, atau karena ini hanya pemikiran orang lain yang hanya ingin mengacaukan IPAI; seperti yang pernah terjadi.
Bila kita ingin mengikuti era-globalisasi nanti, lebih tepat kiranya kita sebagai PERAWAT ANESTESI. Dalam munas nanti sangat bermanfaat bila kita mengundang IFNA dan atau AANA sebagai pembicara dan negara-negara asia tenggara sebagai tamu/peninjau; tentu ini perlu koordinasi khusus. ………….. Terima kasih

Jumat, 01 Oktober 2010

Kegiatan perawat RS Rantau


Dinamika Dunia

Dunia kita tercipta dengan berbagai dinamika. Namun, justru di sanalah kita menjadi hidup, bergerak, dan aktif mengikuti perubahan sehingga setiap yang kita lakukan akan jadi bermakna. Itulah sebabnya, tiada yang sempurna di muka dunia. Dan, justru dengan ketidaksempurnaan itulah, kita bisa terus melakukan perbaikan demi perbaikan.

Memperbaiki rencana yang sempat gagal. Memperbaiki hubungan yang sempat retak. Memperbaiki aneka rupa yang perlu kita evaluasi sebab dan akibatnya. Semua langkah itu kita perlukan agar setiap hari, setiap waktu, kita akan tumbuh menjadi pribadi lebih baik di semua segi dan bidang yang kita lakoni.

Karena itu, marilah membiasakan diri untuk terus melakukan perbaikan di sana-sini. Jangan berputus asa terhadap kegagalan. Jangan menyerah pada keadaan. Justru, di tengah kegalauan dan aneka tantangan, terdapat pembelajaran yang akan memperkaya kita menuju kesuksesan

Download MARS PPNI

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons